wawasan Nusantara dalam meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan Bangsa
DISUSUN OLEH :
EVITA WIDIANA
030065741
UPBJJ BOGOR
I. PENDAHULUAN
Bagi
sebuah negara besar seperti Indonesia, kekayaan budaya dan alam merupakan
potensi sekaligus tantangan yang harus diselaraskan dengan benar. Jika tidak
bisa-bisa kebesaran negara Indonesia akan berangsur surut dengan sendirinya
dikarenakan gerakan separatis. Sebagai
contoh adalah negara Uni Soviet yang dulu pernah disebut Super Power, hari ini negara
itu sudah menjadi banyak negara-negara kecil. Kenyataan ini bisa dijadikan
obyek belajar bagi negara Indonesia untuk menyiapkan ramuan yang jitu dalam
menyiasati kebesaran negaranya yang terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa,
agama, dan kekayaan alam.
Menyadari
hal itu negara merasa sangat perlu untuk mewujudkan persamaan cara pandang
terhadap seluruh komponen negaranya, supaya tidak terjadi visi ganda dari
masing-masing komponen bangsa. Setiap anggota masyarakat negara Indonesia
diharapkan memiliki cara pandang yang sama, yang diharapkan mampu menumbuhkan
rasa cinta, memiliki, dan akhirnya kesatuan untuk menjaga dan mempertahankan
negara Indonesia ini sebagai sebuah kesatuan yang meliputi bumi, langit, udara,
dan segala kekayaannya.
Hal
inilah yang terkenal dengan sebutan Wawasan Nusantara (wasantara). Wawasan
Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara
diatasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan
Keamanan. Dengan demikian Wawasan Nusantara merupakan sebuah alat untuh dapat
mengetahui keadaan bangsa dan Negara dilihat dari berbagai macam segi. Usaha
untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang wasantara yaitu :
- Satu kesatuan wilayah
- Satu kesatuan bangsa
- Satu kesatuan budaya
- Satu kesatuan ekonomi
- Satu kesatuan hankam
Jelas
disini bahwa wasantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungan sekitarnya berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan Pancasila
dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat,
bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan
nasional.
Bagi
sebuah negara besar seperti Indonesia, kekayaan budaya dan alam merupakan
potensi sekaligus tantangan yang harus diselaraskan dengan benar. Jika tidak
bisa-bisa kebesaran negara Indonesia akan berangsur surut dengan sendirinya
dikarenakan gerakan separatis. Sebagai
contoh adalah negara Uni Soviet yang dulu pernah disebut Super Power, hari ini
negara itu sudah menjadi banyak negara-negara kecil. Kenyataan ini bisa
dijadikan obyek belajar bagi negara Indonesia untuk menyiapkan ramuan yang jitu
dalam menyiasati kebesaran negaranya yang terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa,
agama, dan kekayaan alam.
II. PEMBAHASAN
Hakekat
wawasan nusantara adalah wawasan persepsi pada segenap komponen bangsa
Indonesia sebagai dasar bagi terbangunnya rasa dan semangat nasional yang
tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. wawasan
nusantara merupakan norma-norma dasar yang perlu dipahami agar dapat dihayati
cara pandang secara utuh dan menyeluruh meliputi, kepentingan bersama,
keadilan, kesetiaan. Arah
pandang wawasan nusantara untuk kepentingan nasional baik ke dalam untuk menjamin
terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah maupun keluar
demi terjaminnya kepentingan nasional dalam suasana dunia yang serba berubah.
Fungsi
wawasan nusantara sendiri bagi bangsa Indonesia yaitu disatu sisi merupakan
pedoman dan rambu-rambu, sedangkan disisi lain menjadi penggerak dan pendorong
dalam mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional
bangsa Indonesia. wawasan nusantara bertujuan untuk memantapkan rasa dan
sikap nasional yang tinggi, rasa senasib sepenanggungan, sebangsa setanah air,
satu tekad bersama yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada
kepentingan orang perorangan kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah di
segala bidang/aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Kedudukan
wawasan nusantara diposisikan sebagai Visi Nasional yang di dalam paradigma
nasional berkedudukan sebagai landasan nasional dan berada pada tataran setelah
landasan ideologi dan landasan konstitusional. Pembinaan
dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas
dasar hubungan timbal balik antara falsafah, cita-cita dan tujuan nasional
serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran
tentang kemajemukan dan kebhinekaannya dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan nasional. wawasan
nusantara mempunyai peran penting bagi bangsa indonesia yaitu sebagai pedoman,
motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan,
tindakan dan perbuatan bagi pemerintah yang merupakan wakil rakyat.
Penerapan
wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak
yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik
Indonesia daripada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri. Semua itu menggambarkan rasa, paham
dan semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau
jati diri bangsa Indonesia. Bangsa
Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi
tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara
diatasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara
utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional.
Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara
di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana
ekonomi, komunikasi dan transportasi. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada
kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap
merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila. Penerapan
wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan
kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat
semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.
Wasantara harus dikuasai dengan baik agar kelengkapan dan
keutuhan pelaksanaan wasantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan
nasional Indnesia yang kokoh sebagai pondasi dalam menyikapi gangguan-gangguan
yang datang dari luar bahkan senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman yang dinamis. Ketahanan
nasional itu akan dapat meningkatk jika ada pembangunan yang bekesinambungan
terus-menerus. Seperti kita ketahui penduduk Indonesia terdiri dari berbagai
suku, ras dan agama yang terbesar dari Sabang sampai Merauke yang tentunya
merupakan potensi yang memiliki kemanfaatan sebagai sumber budaya yang tinggi
tapi juga dapat mengandung resiko untuk dapat terpecah belah. Sebagai bangsa
yang besar, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang menjadi identitas
dari bangsa Indonesia, sehingga diperlukan pemahaman atas Wasantara yang kuat sebagai
nilai dasar Ketahanan Nasional serta sebagai pemersatu keragaman budaya bangsa
sehingga resiko terpecah belahnya nusantara dari Negara Indonesia yang lepas
ini merupakan pelajaran berharga yang semoga tidak terulang kembali.
Unsur dasar wawasan nusantara :
- Wadah (Contour); Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan keanekaragaman budaya.Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadahberbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastruktur pilotik.
- Isi (Content); Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal esensial yakni: (1) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional, (2) Persatuan dan kesatuan dalam keBhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
- Tata Laku (Conduct); Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri (1) Tata laku batiniah, mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia (2) Tata laku lahiriah, tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia.
Wawasan Nusantara berfungsi
sebagai pedoman,motivasi,dorongan,serta rambu-rambu dalam menentukan
kebujaksanaan,keputusan,tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di
tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan
bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.
Wawasan nusantara
berperan penting bagi kedaulatan suatu negara. Karena wawasan nusantara sangat berperan penting untuk
membangun jiwa dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan ditanamkanya
wawasan nusantara sejak dini akan menciptakan suatu pola pikir dimana bahwa
seluruh kekayaan bangsa indonesia ini baik dari sumber daya alamnya maupun dari
sumber daya manusiaanya/budayanya yang merupakan warisan nenek moyang pejuang
pendiri bangsa harus dijaga, dirawat dan dilindungi dengan segenap jiwa
raga dari tangan negara lain yang ingin merusak bangsa dan negara Indonesia tercinnta ini. Indonesia
merupakan bangsa yang kaya dan subur sehingga sudah pasti banyak negara lain
yang tergiur dengan segala kekayaan dan potensi luar biasa yang dimiliki bangsa
indonesia. Wawasan nusantara yang ditanamkan pada generasi penerus bangsa ini
akan mebentuk dan membangun jiwa nasionalisme dan rasa bersatu untuk
bersama-sama menjaga tanah air dari segala ancaman negara lain baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Masa
depan bangsa berada di tangan generasi muda khususnya pelajar. Mereka adalah
harapan kita. Generasi bintang. Sudah sepantasnya energi dan perhatian kita
curahkan kepada pelajar demi terwujudnya masa depan bangsa yang memiliki
ketahanan nasional yang tangguh. Jangan berharap terlalu besar untuk
menumbuhkan nasionalisme dari generasi tua. Mahasiswa saja sudah sulit.
Nasionalisme mereka memiliki makna yang berbeda-beda. Menurut Taufik Abdullah,
mantan Ketua LIPI, krisis nasionalisme yang dialami bangsa Indonesia merupakan
hasil sebuah proses kompleks sejarah kepemimpinan nasional yang memberikan
dampak pada jiwa-jiwa rakyatnya. Bahkan dalam salah satu artikelnya ia
mengatakan bangsa indonesia saat ini sedang mengalami “Krisis
Nasionalisme,”. Dengan demikian kaum pelajar tidak masuk
dalam kategori yang terkena krisis nasionalisme karena mereka termasuk
lugu pada kasus ini.
Ancaman
dan hambatan untuk pelajar menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air adalah
lingkungan dan globalisasi. Dan jangan lupa mereka adalah ‘Digital
Native’ – lahir dan besar di era digital. Mereka lahir di masa yang memanjakan
fisik dan mobilitas seseorang di mana pelajaran mengenai tugas dan kewajibannya
sebagai warga negara menjadi sebuah hal yang membosankan dan jadul. Untuk itu kita sebagai tiang bangsa
harus bisa menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan harus bisa menerapkan
wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa selain itu mengadakan
seminar-seminar bertemakan nasionalisme harus sering diadakan untuk memupuk
jiwa nasinalisme para generasi muda.
Pengetahuan
tentang nusantara sangatlah penting demi terciptanya bangsa yang maju, kuat dan
tangguh. Untuk menjadi bangsa yang tangguh jiwa rela berkorban untuk negara
harus muncul dan ada pada setiap warga negara. Untuk itu Pendidikan Bela Negara
harus diberikan sejak dini kepada generasi muda saat ini. Dalam
penyampaiannyapun tentunya menggunakan sistem pembelajaran constructive and
active learning, yang berarti serangkaian aktivitas belajar dibuat sehingga
para peserta mampu secara otomatis mengetahui apa itu wawasan kejuangan,
kebangsaan dan nusantara tanpa diberitahu oleh penyelenggara. Berbeda dengan
passive learning seperti model perkuliahan di ruangan yang menuangi peserta
bagaikan sebuah teko (guru) berisi air penuh mengalirkan air ke gelas (murid)
yang kosong. Ini namanya spoonfeeding. Tak akan berhasil mencapai sasaran
pembelajaran, yakni nasionalisme.
Bukankah
kini outbond banyak digandrungi. Juga permainan pinball, dan soft air gun.
Kegiatan yang memerlukan taktik dan sedikit adrenalin ini tentunya bisa menjadi
bagian dari Pendidikan Bela Negara. Ini bisa dijadikan sebagai daya tarik
pelajar. Belum lagi kalau mereka diperkenalkan dengan mobilitas pasukan dari
Titik Bongkar (TB) ke Daerah Persiapan (DP) untuk melakukan penyerangan. Pastinya
dalam perang konvensional, dari TB ke DP jaraknya tidaklah dekat dikarenakan
titik sasaran berada di sebuah ketinggian. Mereka dapat melatih fisik mereka
sembari menikmati alam.
Banyak
sekali bagian dari Pendidikan Bela Negara yang bisa diperkenalkan dan
diperlatihkan kepada pelajar dengan cara yang menyenangkan tanpa tekanan baik
Pilih Jurit Tangkas (PJT), pertahanan, serangan, patroli, bahkan sampai
pengenalan senjata. Yang penting outcome pembelajaran harus sudah diset
termasuk skill dan knowledge yang diharapkan. Penggunaan sistem level juga
sangat berarti agar siswa punya semangat untuk berkompetisi.
Masalah
pendanaan dan promosi sepertinya bisa melibatkan pihak swasta. Bidang Bela
Negara sudah selayaknya mendapatkan perhatian para pengusaha di samping
pendidikan dan kesehatan, karena ketahanan nasional dan masa depan persatuan
bangsa juga merupakan masalah bersama. Tentunya diperlukan departemen khusus
untuk secara intensif menawarkan program ini kepada swasta dan juga
insentifnya. Departemen yang ditunjuk harus bisa memberikan penyadaran betapa
arti penting Pendidikan Bela Negara. Biasanya, perusahaan akan mem-blow up
kegiatan CSR mereka melalui media massa. Dengan demikian diharapkan banyak
pengusaha yang akan bergabung untuk mendukung program ini.
Perang
terbuka memang jangan sampai terjadi. Namun, walau nantinya harus terjadi
Indonesia sudah siap dengan salah satu potensinya yakni sumber daya manusia
yang memiliki keterampilan dasar tempur.
Sehingga Wawasan Nusantara/pengetahuan
Nusantara
harus benar-benar diwariskan kepada generasi
muda yang merupakan tiang bangsa kemudian diterapkan dalam sikap dan tingkah
laku sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai
ragam suku, ras dan budaya yang memiliki ciri khas daerahnya masing-masing
namun tetap memiliki rasa satu kesatuan yang kuat untuk menjaga tanah air dari
ancaman bangsa lain. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan Wawasan Nusantara.
Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional.
Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara
yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah
Indonesia. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan
sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional
terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu
dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan
kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses
perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara
maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah
kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu
hal yang wajar, alamiah.
III. KESIMPULAN
- Wawasan nusantara secara garis besar merupakan cara pandang dan sikap untuk menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada ideologi bangsa itu.
- Wawasan nusantara di indonesia berdasarkan pada filsafat pancasila, pembangunan nasional, kesatuan politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan, serta kesatuan luas wilayah.
- Wawasan nusantara terhadap kesatuan suatu bangsa terdapat hubungan yang paralel. Hubungan tersebut tersimpul oleh peranan wawasan nusantara terhadap kesatuannasional yang begitu saling terkait.
IV. DAFTAR PUSTAKA

mantap lanjutkan karya mu kawan, kerenn dan semangat pantang berhenti belajar sampai ajal menjemput. Semakin banyak orang yang berpengetahuan, semakin hebat Indonesia ke depannya. wass
BalasHapus