Selasa, 14 Maret 2017

TUGAS 1 ~ Pendidikan Kewarganegaraan (MKDU4111)


wawasan Nusantara dalam meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan Bangsa

 









DISUSUN OLEH :
EVITA WIDIANA
030065741
UPBJJ BOGOR



I. PENDAHULUAN

Bagi sebuah negara besar seperti Indonesia, kekayaan budaya dan alam merupakan potensi sekaligus tantangan yang harus diselaraskan dengan benar. Jika tidak bisa-bisa kebesaran negara Indonesia akan berangsur surut dengan sendirinya dikarenakan gerakan separatis. Sebagai contoh adalah negara Uni Soviet yang dulu pernah disebut Super Power, hari ini negara itu sudah menjadi banyak negara-negara kecil. Kenyataan ini bisa dijadikan obyek belajar bagi negara Indonesia untuk menyiapkan ramuan yang jitu dalam menyiasati kebesaran negaranya yang terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa, agama, dan kekayaan alam.
Menyadari hal itu negara merasa sangat perlu untuk mewujudkan persamaan cara pandang terhadap seluruh komponen negaranya, supaya tidak terjadi visi ganda dari masing-masing komponen bangsa. Setiap anggota masyarakat negara Indonesia diharapkan memiliki cara pandang yang sama, yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta, memiliki, dan akhirnya kesatuan untuk menjaga dan mempertahankan negara Indonesia ini sebagai sebuah kesatuan yang meliputi bumi, langit, udara, dan segala kekayaannya.
Hal inilah yang terkenal dengan sebutan Wawasan Nusantara (wasantara). Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara diatasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. Dengan demikian Wawasan Nusantara merupakan sebuah alat untuh dapat mengetahui keadaan bangsa dan Negara dilihat dari berbagai macam segi. Usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang wasantara yaitu :
  1. Satu kesatuan wilayah
  2. Satu kesatuan bangsa
  3. Satu kesatuan budaya
  4. Satu kesatuan ekonomi
  5. Satu kesatuan hankam
Jelas disini bahwa wasantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan sekitarnya berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional.
Bagi sebuah negara besar seperti Indonesia, kekayaan budaya dan alam merupakan potensi sekaligus tantangan yang harus diselaraskan dengan benar. Jika tidak bisa-bisa kebesaran negara Indonesia akan berangsur surut dengan sendirinya dikarenakan gerakan separatis. Sebagai contoh adalah negara Uni Soviet yang dulu pernah disebut Super Power, hari ini negara itu sudah menjadi banyak negara-negara kecil. Kenyataan ini bisa dijadikan obyek belajar bagi negara Indonesia untuk menyiapkan ramuan yang jitu dalam menyiasati kebesaran negaranya yang terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa, agama, dan kekayaan alam.


II. PEMBAHASAN

Hakekat wawasan nusantara adalah wawasan persepsi pada segenap komponen bangsa Indonesia sebagai dasar bagi terbangunnya rasa dan semangat nasional yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. wawasan nusantara merupakan norma-norma dasar yang perlu dipahami agar dapat dihayati cara pandang secara utuh dan menyeluruh meliputi, kepentingan bersama, keadilan, kesetiaan. Arah pandang wawasan nusantara untuk kepentingan nasional baik ke dalam untuk menjamin terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah maupun keluar demi terjaminnya kepentingan nasional dalam suasana dunia yang serba berubah.
Fungsi wawasan nusantara sendiri bagi bangsa Indonesia yaitu disatu sisi merupakan pedoman dan rambu-rambu, sedangkan disisi lain menjadi penggerak dan pendorong dalam mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. wawasan nusantara bertujuan untuk  memantapkan rasa dan sikap nasional yang tinggi, rasa senasib sepenanggungan, sebangsa setanah air, satu tekad bersama yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah di segala bidang/aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Kedudukan wawasan nusantara diposisikan sebagai Visi Nasional yang di dalam paradigma nasional berkedudukan sebagai landasan nasional dan berada pada tataran setelah landasan ideologi dan landasan konstitusional. Pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbal balik antara falsafah, cita-cita dan tujuan nasional serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemajemukan dan kebhinekaannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional. wawasan nusantara mempunyai peran penting bagi bangsa indonesia yaitu sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi pemerintah yang merupakan wakil rakyat.
Penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia daripada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri. Semua itu menggambarkan rasa, paham dan semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati diri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara diatasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional.
Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.
            Wasantara harus dikuasai dengan baik agar kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan wasantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasional Indnesia yang kokoh sebagai pondasi dalam menyikapi gangguan-gangguan yang datang dari luar bahkan senantiasa harus ditingkatkan sesuai  dengan tuntutan zaman yang dinamis. Ketahanan nasional itu akan dapat meningkatk jika ada pembangunan yang bekesinambungan terus-menerus. Seperti kita ketahui penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang terbesar dari Sabang sampai Merauke yang tentunya merupakan potensi yang memiliki kemanfaatan sebagai sumber budaya yang tinggi tapi juga dapat mengandung resiko untuk dapat terpecah belah. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang menjadi identitas dari bangsa Indonesia, sehingga diperlukan pemahaman atas Wasantara yang kuat sebagai nilai dasar Ketahanan Nasional serta sebagai pemersatu keragaman budaya bangsa sehingga resiko terpecah belahnya nusantara dari Negara Indonesia yang lepas ini merupakan pelajaran berharga yang semoga tidak terulang kembali.
Unsur dasar wawasan nusantara :
  • Wadah (Contour); Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan keanekaragaman budaya.Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadahberbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastruktur pilotik.
  • Isi (Content); Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal esensial yakni: (1) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional, (2) Persatuan dan kesatuan dalam keBhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
  • Tata Laku (Conduct); Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri (1) Tata laku batiniah, mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia (2) Tata laku lahiriah, tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia.
Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman,motivasi,dorongan,serta rambu-rambu dalam menentukan kebujaksanaan,keputusan,tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.
Wawasan nusantara berperan penting bagi kedaulatan suatu negara. Karena wawasan nusantara sangat berperan penting untuk membangun jiwa dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan ditanamkanya wawasan nusantara sejak dini akan menciptakan suatu pola pikir dimana bahwa seluruh kekayaan bangsa indonesia ini baik dari sumber daya alamnya maupun dari sumber daya manusiaanya/budayanya yang merupakan warisan nenek moyang pejuang pendiri bangsa harus dijaga, dirawat  dan dilindungi dengan segenap jiwa raga dari tangan negara lain yang ingin merusak bangsa dan negara Indonesia tercinnta ini. Indonesia merupakan bangsa yang kaya dan subur sehingga sudah pasti banyak negara lain yang tergiur dengan segala kekayaan dan potensi luar biasa yang dimiliki bangsa indonesia. Wawasan nusantara yang ditanamkan pada generasi penerus bangsa ini akan mebentuk dan membangun jiwa nasionalisme dan rasa bersatu untuk bersama-sama menjaga tanah air dari segala ancaman negara lain baik secara langsung maupun tidak langsung.
Masa depan bangsa berada di tangan generasi muda khususnya pelajar. Mereka adalah harapan kita. Generasi bintang. Sudah sepantasnya energi dan perhatian kita curahkan kepada pelajar demi terwujudnya masa depan bangsa yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh. Jangan berharap terlalu besar untuk menumbuhkan nasionalisme dari generasi tua. Mahasiswa saja sudah sulit. Nasionalisme mereka memiliki makna yang berbeda-beda. Menurut Taufik Abdullah, mantan Ketua LIPI, krisis nasionalisme yang dialami bangsa Indonesia merupakan hasil sebuah proses kompleks sejarah kepemimpinan nasional yang memberikan dampak pada jiwa-jiwa rakyatnya. Bahkan dalam salah satu artikelnya ia mengatakan bangsa indonesia saat ini sedang mengalami  “Krisis Nasionalisme,”. Dengan demikian kaum pelajar  tidak  masuk dalam  kategori yang terkena krisis nasionalisme karena mereka termasuk lugu pada kasus ini.
Ancaman dan hambatan untuk pelajar menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air adalah  lingkungan dan globalisasi. Dan  jangan lupa mereka adalah ‘Digital Native’ – lahir dan besar di era digital. Mereka lahir di masa yang memanjakan fisik dan mobilitas seseorang di mana pelajaran mengenai tugas dan kewajibannya sebagai warga negara menjadi sebuah hal yang membosankan dan jadul. Untuk itu kita sebagai tiang bangsa harus bisa menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan harus bisa menerapkan wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa selain itu mengadakan seminar-seminar bertemakan nasionalisme harus sering diadakan untuk memupuk jiwa nasinalisme para generasi muda.
Pengetahuan tentang nusantara sangatlah penting demi terciptanya bangsa yang maju, kuat dan tangguh. Untuk menjadi bangsa yang tangguh jiwa rela berkorban untuk negara harus muncul dan ada pada setiap warga negara. Untuk itu Pendidikan Bela Negara harus diberikan sejak dini kepada generasi muda saat ini. Dalam penyampaiannyapun tentunya menggunakan sistem pembelajaran constructive and active learning, yang berarti serangkaian aktivitas belajar dibuat sehingga para peserta mampu secara otomatis mengetahui apa itu wawasan kejuangan, kebangsaan dan nusantara tanpa diberitahu oleh penyelenggara. Berbeda dengan passive learning seperti model perkuliahan di ruangan yang menuangi peserta bagaikan sebuah teko (guru) berisi air penuh mengalirkan air ke gelas (murid) yang kosong. Ini namanya spoonfeeding. Tak akan berhasil mencapai sasaran pembelajaran, yakni nasionalisme.
Bukankah kini outbond banyak digandrungi. Juga permainan pinball, dan soft air gun. Kegiatan yang memerlukan taktik dan sedikit adrenalin ini tentunya bisa menjadi bagian dari Pendidikan Bela Negara. Ini bisa dijadikan sebagai daya tarik pelajar. Belum lagi kalau mereka diperkenalkan dengan mobilitas pasukan dari Titik Bongkar (TB) ke Daerah Persiapan (DP) untuk melakukan penyerangan. Pastinya dalam perang konvensional, dari TB ke DP jaraknya tidaklah dekat dikarenakan titik sasaran berada di sebuah ketinggian. Mereka dapat melatih fisik mereka sembari menikmati alam.
Banyak sekali bagian dari Pendidikan Bela Negara yang bisa diperkenalkan dan diperlatihkan kepada pelajar dengan cara yang menyenangkan tanpa tekanan baik Pilih Jurit Tangkas (PJT), pertahanan, serangan, patroli, bahkan sampai pengenalan senjata. Yang penting outcome pembelajaran harus sudah diset termasuk skill dan knowledge yang diharapkan. Penggunaan sistem level juga sangat berarti agar siswa punya semangat untuk berkompetisi.
Masalah pendanaan dan promosi sepertinya bisa melibatkan pihak swasta. Bidang Bela Negara sudah selayaknya mendapatkan perhatian para pengusaha di samping pendidikan dan kesehatan, karena ketahanan nasional dan masa depan persatuan bangsa juga merupakan masalah bersama. Tentunya diperlukan departemen khusus untuk secara intensif menawarkan program ini kepada swasta dan juga insentifnya. Departemen yang ditunjuk harus bisa memberikan penyadaran betapa arti penting Pendidikan Bela Negara. Biasanya, perusahaan akan mem-blow up kegiatan CSR mereka melalui media massa. Dengan demikian diharapkan banyak pengusaha yang akan bergabung untuk mendukung program ini.
Perang terbuka memang  jangan sampai terjadi. Namun, walau nantinya harus terjadi Indonesia sudah siap dengan salah satu potensinya yakni sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dasar tempur.
Sehingga Wawasan Nusantara/pengetahuan Nusantara harus benar-benar diwariskan kepada generasi muda yang merupakan tiang bangsa kemudian diterapkan dalam sikap dan tingkah laku sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai ragam suku, ras dan budaya yang memiliki ciri khas daerahnya masing-masing namun tetap memiliki rasa satu kesatuan yang kuat untuk menjaga tanah air dari ancaman bangsa lain. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan Wawasan Nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.


III. KESIMPULAN
  1. Wawasan nusantara secara garis besar merupakan cara pandang dan sikap untuk menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada ideologi bangsa itu.
  2. Wawasan nusantara di indonesia berdasarkan pada filsafat pancasila, pembangunan nasional, kesatuan politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan, serta kesatuan luas wilayah.
  3. Wawasan nusantara terhadap kesatuan suatu bangsa terdapat hubungan yang paralel. Hubungan tersebut tersimpul oleh peranan wawasan nusantara terhadap kesatuannasional yang begitu saling terkait.

IV. DAFTAR PUSTAKA


Senin, 13 Maret 2017

TUGAS 1 ~ Bahasa Indonesia (MKDU4110)

Soal & Jawaban Tugas 1 ~ Bahasa Indonesia

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional dan Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional.
Jawab : Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan. Dengan melalui bahasa nasionalnya, bangsa Indonesia menyatakan harga diri dan nilai-nilai budaya yang dijadikannya pegangan hidup. Atas dasar kebanggaan ini, bahasa Indonesia dipelihara dan dikembangkan, dan rasa kebanggaan memakainya senantiasa dibina. Begitu pula rasa bangga dalam memakai bahasa Indonesia wajib kita bina terus. Rasa bangga merupakan wujud sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Sikap positif itu terungkap jika lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa atau kata-kata asing.
Sebagai lambang identitas negara, bahasa indonesia merupakan suatu ciri dari negara kita sehingga negara- negara lain lebih mudah mengetahui dan mengenal negara kita, dan selain itu bahasa indonesia juga mempersatukan bahasa yg ada didaerah- daerah indonesia. bahasa Indonesia juga dapat menimbulkan wibawa, harga diri, dan teladan bagi bangsa lain. Hal ini dapat terjadi jika bangsa Indonesia selalu berusaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia secara baik sehingga tidak tercampuri oleh unsur-unsur bahasa asing (terutama bahasa Inggris). Untuk itu kesadaran akan kaidah pemakaian bahasa Indonesia harus selalu ditingkatkan.

2. Tuliskan fungsi-fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Jawab : bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi negara; (2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan; (3) alat perhubungan dalam tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah; dan (4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

3. Setujukah Anda bila dikatakan bahwa bahasa itu indah, produktif , dan dinamis? Jelaskan pendapat Anda dan berikan masing-masing contohnya!
Jawab : Saya sangat setuju bahwa bahasa dikatakan indah, produktif dan dinamis.
Bahasa pada hakikatnya adalah bunyi. Bunyi memiliki kandungan irama, dinamik, dan tempo. Irama, dinamik, dan tempo merupakan unsur pokok di dalam seni. Seni identik dengan keindahan. Oleh karena itu, bahasa memiliki sifat seni atau keindahan. Jika bunyi-bunyi ini disusun dengan memadukan bunyi-bunyi vokalnya atau juga konsonannya akan menghasilkan keindahan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Contoh ; “Hom pi la hom pim pah alaihum gambreng”susunan kata tersebut tidak memiliki makna apapun namun susunan bunyi dari kata tersebut dapat dirasakan keindahannya.
Dengan akal budinya manusia dapat mengubah-ubah susunan bunyi-bunyi bahasa menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan bunyi-bunyi itu membuat bahasa menjadi produktif. Kata produktif bermakna menghasilkan atau member hasil. Dalam bahasa (linguistik) berarti mampu menghasilkan terus menerus dan akan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru. Bahasa memiliki unsure-unsur, salah satunya adalah fonem. Berikut ini adalah contoh produktivitas unsur-unsur bahasa.

a. Fonem
Fonem /a/ misalnya, fonem ini mampu membentuk banyak kata dengan cara bekerja sama dengan fonem-fonem lain. Kelompok fonem /a/k/u/t/, kelompok fonem tersebut dapat membentuk kata: akut; taku; ukat; kaut; kuat; tauk.

b. Morfem
Morfem bebas: missal morfem ‘ajar’ dapat dibentuk menjadi kata ajaran, belajar; pelajar; pelajaran; pengajar; mengajar; mengajarkan.
Morfem terikat: missal prefik ‘men-‘ dapat membentuk kata mencari; mencuci; mengapur; mengecat; dan lain-lain.

c. Kalimat
Susunan kalimat ‘Adik minum susu malam hari’ dapat diubah susunannya menjadi sebagai berikut.
1)     Malam hari Adik minum susu
2)     Susu Adik minum malam hari
3)      Adik malam hari minum susu
Bahasa itu dinamis artinya bahasa dapat berubah, tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu yang dapat terjadi. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tidak digunakan lagi. Terjadinya perubahan dalam bahasa disebabkan karena adanya sifat dasar manusia, sebagai pemilik bahasa yang memiliki akal dan budi, yang selalu menginginkan perubahan. Contoh perubahan bahasa adalah perubahan yang pernah terjadi pada bahasa Indonesia. Sudah tiga kali ejaan bahasa Indonesia mengalami perubahan yaitu: 1) ejaan Vanopusen berubah menjadi 2) ejaan Suwandi, kemudian menjadi 3) ejaan yang disempurnakan. Berikut ini contoh kedinamisan yang pernah terjadi dalam bahasa Indonesia.

Perubahan Ejaan dalam Bahasa Indonesia
No.
Ejaan
Vanopusen
Suwandi
EYD
1.
Soerabaja
Surabaja
Surabaya
2.
Boedjangan
Budjangan
Bujangan

Perubahan Makna
Kata
Makna
Dahulu
Sekarang
Sarjana
orang yang cerdik; pandai
lulusan perguruan tinggi
Canggih
cerewet
Sangat rumit; sangat hebat

Kata-kata Baru berasal dari Bahasa Daerah
Kata Baru
Sumber Dalam
Makna
adang
Jawa
menanak nasi menggunakan dandang
rajok
Minangkabau
batas tanah/daerah dengan menggunakan pohon hidup

Kata-kata Baru Berasal dari Bahasa Asing
Kata Baru
Sumber Luar
Makna
analisis
Belanda
penyelidikan terhadap suatu peristiwa
promosi
Inggris
kenaikan pangkat; reklame



4. Isilah kolom yang kosong pada tabel berikut ini. Jelaskan isi atau maksud table tersebut dengan bahasa Anda secara efektif.
Keterampilan Berbahasa
Lisan
Tulis
Sifat
Menyimak
Membaca
aktif reseptif
Berbicara
Menulis
aktif produktif

Jawab : Tabel diatas menunjukan hubungan antarketerampilan berbahasa dari degi ragam. Pada ragam lisan, yaitu menyimak dam berbicara berada pada ruang yang sama. Salah satu kelebihan ragam lisan adalah interaktif antara penyimak dan pembicara. Dalam kegiatan bebahasa lisan secara tatap muka ini Pembicara dapat dengan seketika memperbaiki kesalah berbahasa yang terlanjur terjadi, dan Penyimak pun lebih cepat memahami pesan yang disampaikan Pembicara karena dibantu oleh ekspresi dan media atau alat bantu yg digunakan Pembicara. Inilah kedekatan hubungan antara menyimak dan berbicara.
Pada ragam tulis, terdapat membaca dan menulis. Salah satu kelebihan ragam tulis adalah mengatasi kesulitan berkomunikasi jarak jauh. Untuk menjadi penulis yang baik, orang harus memiliki keterampilan membaca yang baik karena pengetahuan yang diperoleh seseorang melalui membaca dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Inilah kedekatan hubungan antara menyimak dan berbicara.
Keterampilan menyimak atau membaca memiliki sifat aktif reseptif artinya, apa yang diperoleh dari kegiatan menyimak atau membaca akan menjadi skemata yang membantu dalam memahami isi  simakan atau bacaan. Kedua keterampilan berbahasa tersebut saling mendukung. Jika seseorang terampil dalam menyimak, maka ia juga terampil dalam membaca. Jika antarketerampilan berbahasa aktif reseptif memiliki hubungan yang erat, maka keterampilan berbahasa aktif produktif juga memiliki hubungan yang erat.
Pada ragam dan sifat yang berbeda juga memiliki hubungan. Misal seseorang yang menulis ide, gagasan atau pesan yang akan disampaikandapat diperoleh melalui kegiatan membaca dan menyimak. Artinya, keterampilan menyimak yang dimiliki seseoramg dapat digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan keterampilan menulisnya, begitu pun sebaliknya keterampilan membaca yang dimiliki seseorang dapat meningkatkan keterampilan berbicaranya.
Kesimpulannya adalah setiap keterampilan berbahasa tersebut memiliki hubungan dan saling mendukung. Tidak ada satu orang pun yang memiliki satu kemampuan berbahasa saja. Namun, untuk memperoleh keterampilan tersebut harus melalui latihan yang berkesinambungan.

5. Isi pidato Bung Tomo
Jawab : Bismillahirrahmanirrahim
               Merdeka!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.
     Saudara-saudara, di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara, dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.
     Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu. Dan kalau pempinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda  Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini, tentara Inggri. Ini jawaban kita. Ini jawaban rakyat Surabaya. Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.
     Hai, tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu. Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu, walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.
     Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu. Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: Merdeka atau mati. Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian.
            Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
            Merdeka!

6. Berikan/tulis pendapat Anda mengenai persamaan atau perbedaan semangat  nasionalisme para pemuda Indonesia ketika itu (masa perjuangan) dengan semangat  nasionalisme para pemuda Indonesia sekarang ini?
Jawab : Secara biologis, pemuda adalah orang yang berusia antara 15-30 tahun. Dan arti sebenarnya pemuda yaitu calon penerus bangsa, kader keluarga, kader masyarakat, dan juga kader bangsa.
pada zaman dulu di setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, acara adat-istiadat, para pemuda pasti berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Tapi sekarang para pemuda seolah-olah tidak peduli lagi dengan acara semacam itu, pemuda masa kini lebih senang menghabiskan waktu dengan hura-hura, foya-foya dan kegiatan lainnya yang hanya bertujuan untuk mencari kepuasan batin sendiri saja.
Tetapi, sekarang pun banyak pemuda yang mulai mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasinya di berbagai negara. lahirnya organisasi pemuda yang bersifat positif , membuat para pemuda lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat, demi mewujudkan visi dan misi yang positif pula.
Nasionalisme pemuda pada jaman dahulu memang lebih condong pada pejuangannya, bagaimana mendapatkan kemerdekaan dan identik dengan seorang pahlawan. Namun, nasionalisme jaman sekarang  lebih pada bagaimana menjaga keutuhan NKRI, bagaimana cara agar indonesia ini tetap merdeka, bagaimana menjadi kebanggan Indonesia di dunia internasional.
Tetapi, sekarang pun banyak pemuda yang mulai mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasinya di berbagai negara. lahirnya organisasi pemuda yang bersifat positif , membuat para pemuda lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat, demi mewujudkan visi dan misi yang positif pula. Tugas Sayuti Melik, Sukarni, Sutan Syahrir dan tokoh pemuda pejuang kemerdekaan dahulu telah selesai. Tugas pemuda Indonesia sekarang adalah untuk menjaga keutuhan NKRI, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan menjadi kebanggan Indonesia di dunia internasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak juga pemuda Indonesia sekarang ini telah menorehkan berbagai prestasi di kancah internasional.